Dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi ilmu dengan Sahabat
Organik bagaimana menanam stroberi di halaman rumah secara organik dengan
teknik sederhana. Insya Alloh jika dipraktekkan, strowberinya montok-montok
asal mengikuti saran-saran yang diberikan. Jika nanti ada masalah pada tanaman
stroberi Sahabat, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan saya…
Kali ini saya akan mulai nanam lagi dengan 3 pohon stroberi.
Terlihat bahwa bibit stroberinya kurus kering, karena dari penjualnya memang
begitu. Ditambah lagi di rumah belum sempat disiram jadinya loyo. Kalau untuk
budidaya komersil, tentu stroberi ini tidak layak untuk dijadikan bibit
Saya membeli bibit ini dari penjual tanaman hias di
sebudaran Pancasila, Tasikmalaya. Lagi-lagi saya tidak tahu stroberi varietas
apa ini, entah Kalifornia atau Kalideres… hehehe. Yah, terserah apa aja, yang
penting nanti tanamannya subur, buahnya banyak dan berkualitas.. tas…
Rencananya, saya mau tanam 2 bibit di tabulampot sebagai
tanaman pendamping. Media tanam atau tanahnya sudah saya siapkan sekitar 2
minggu. Jadi pas untuk ditanam.
Baiklah, sekarang mari kita mulai…
“Resep” Media Tanam
Yang harus Sahabat masukkan sebagai media tanam stroberi ini
per pot atau polibag antara lain:
Tanah : secukupnya
Sekam padi : 2 cangkir (opsional)
Kotoran ayam/burung: 2 cangkir (bagus untuk
buah)
Kotoran kambing/sapi/kerbau: 1 cangkir (bagus untuk daun dan
batang)
Abu dapur/abu kayu : 1 cangkir (sumber Potassium alias
Kalium)
Kapur pertanian/dolomit : 2 sdm (sumber Kalsium + Magnesium)
Pisang masak (dicacah) : 1 buah (sumber Kalium)
*) Bila tak ada kotoran kambing/sapi, bisa diganti dengan
pupuk kompos. Adapun kotoran ayam sebaiknya diusahakan ada, soalnya bagus untuk
perkembangan buah.
*) Kapur pertanian/dolomit bisa dibeli di toko pupuk.
*) Abu dapur bisa dibeli di pasar tradisional atau di pabrik
pembuatan bata/genting, atau di peternak kerbau.
Mengaduk Media Tanam
Semua bahan media tanam di atas diaduk sampai rata. Usahakan
tekstur tanah betul-betul halus/lembut agar perakaran berkembang dengan baik.
Ini penting sekali agar tanaman dapat menyerap hara secara maksimal dan tumbuh
subur.
Kemudian media tanam tersebut disemprot POC BMW sebagai
nutrisi dan hormon pendorong pertumbuhan. POC BMW juga mengandung mikoorganisme
menguntungkan (bakteri, jamur, dan mikroba lainnya) yang menyuburkan dan dapat
dengan cepat mematangkan bahan-bahan pupuk di atas sehingga siap santap oleh
tanaman.
Kehadiran nutrisi POC BMW ini penting sekali. Bukannya saya
merayu Sahabat supaya beli, tapi memang dibutuhkan kalau memang
stroberinya pingin montok dan berbuah lebat seperti punya saya.
Sebetulnya POC BMW sangat murah bagi Sahabat, soalnya 1
botol (Rp 50.000) bisa cukup untuk menyemprot 1000 pohon stroberi selama 2
bulan. Jadi kalau stroberi Sahabat Organik di rumah cuma beberapa ekor.. eh
pohon, entah berapa bulan habisnya…
Dosis penyemprotan cukup 20 ml atau sekitar 2 tutup saja per
15 liter air.
Mengistirahatkan Media Tanam
Media tanam yang sudah disemprot POC BMW selanjutnya WAJIB
diistirahatkan selama minimal 14 hari. Tujuannya agar media tanam matang dulu
dan gas racun dari pupuk kandang terbuang. Bila Sahabat Organik “maksa”
langsung tanam, besar kemungkinan tanaman stroberinya nanti kerdil dan
sakit-sakitan (terutama oleh serangan jamur patogen).
Khusus bagi Sahabat Organik yang menanam stroberinya di
lahan pertanian dan melibatkan pemasangan plastik mulsa, maka pastikan lahan
atau bedengan JANGAN DITUTUP PLASTIK MULSA DULU selama masa
“istirahat” ini!
Bila Sahabat menggunakan pot atau polibag, dianjurkan media
tanam diaduk-aduk sekali lagi pada hari ke 7, sehingga proses dekomposisi
bahan-bahan organik dapat lebih cepat dan merata.
Setelah melewati masa istirahat 14 hari, media tanam telah
siap untuk ditanami. Silakan tanam stroberi Sahabat, buang plastik polibag
semainya, namun harus hati-hati jangan sampai tanahnya lepas dari akar.
Tanam stroberi Sahabat dengan baik pada media tanam. Gali
lubang secukupnya, kubur bagian perakarannya.Hati-hati bagi Anda yang pemula,
jangan sampai tanahnya ditekan-tekan sampai padat. Ini tidak baik untuk akar
dan pertumbuhan tanaman nanti.
Setelah ditanam, segera siram dengan air secukupnya saja.
Jangan terlalu becek soalnya bisa mengundang jamur penyakit yang menyebabkan
tanaman membusuk.
Satu pohon lagi saya tanam di lahan pekarangan. Yang satu
ini mau saya “kembangbiakkan” supaya tanamannya menjadi banyak
Sahabat Organik, sampai disini dulu bahasan kita. Insya
alloh akan saya sambung lagi pada artikel berikutnya, yang akan membahas
trik-trik perawatan tanaman stroberi sehari-hari agar tumbuh montok dan berbuah
lebat… Tetap ikuti update-update artikel kami, wassalamu’alaikum..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar